Lima hari sudah berlalu, Audrey sedang mengolah masakan untuk makan siang saat Malvino datang membuka pintu. "Aku pulang!" seru pria itu. Saat dilihat, ia membawa seperangkat alat untuk melukis memasuki ruang tengah rumah. Berhubung tidak ada sekat yang menghalangi antara dapur dan ruang tengah, maka Audrey pun menatap heran saat mendapati Malvino pulang membawa sejumlah barang tersebut. "Malvin, kau bawa semua alat itu untuk apa?" tegur Audrey. Sambil menunggu bahan masakan yang sedang direbusnya mendidih, Audrey bergegas menghampiri Malvino guna memastikan perihal apa yang akan pria itu lakukan dengan alat-alat melukis tersebut. "Kemarilah!" gapai Malvino bersamaan dengan sang wanita yang datang mendekat. Sambil terheran-heran, Audrey kini memusatkan pandangannya ke arah seperangkat a

