Audrey - 68

1990 Kata

"Kemari kau wanita jalang!" seru pria berbadan kurus kerontang itu menatap nyalang. Kontan, membuat si gadis yang saat itu masih berusia belia pun meringis ketakutan kala mendapati si pria paruh baya yang tiba-tiba datang menerobos masuk ke dalam kamarnya. "A-ayah, ada apa? Ke-kenapa kau tidak mengetuk pintu dulu sebelum masuk ke kamarku? Ba-bagaimana jika aku sedang mengganti pakaianku atau--" Plak. Tanpa diduga, tangan besar nan sedikit keriput itu pun mendarat kasar di pipi sang gadis. Menyebabkan si pemilik pipi lantas terperangah kaget sembari menyentuh bagian yang terkena tampar barusan. "Persetan dengan semua ucapanmu itu! Kau pikir aku peduli? Sekalipun kau sedang meregang nyawa saat aku masuk pun rasanya aku tidak akan peduli." Pria itu berkata sesuka hatinya tanpa memeduli

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN