'Frozen inside, without your touch, without your love, darling. Only you are my life among the dead.' -Evanescence- Dia membungkam mulutku dari belakang membuat oskigen dalam paru-paru kian lama kian menipis. Kepalaku terasa berputar-putar. Aku butuh udara. Dengan cepat tangan kanannya yang membungkam mulutku berpindah untuk mencengkeram kedua tanganku di belakang. Sedangkan tangan kirinya menodong diriku dengan sebilah pisau yang siap menebas leher kapan saja. Napasku tercekat. Suara seringaiannya membuatku gemetaran. Dia menciumi leherku dari belakang. "Don't touch me, Bill!" seruku memohon dengan suara serak. "Wow, ternyata kau bisa mengenali diriku, Eliza." Uncle Bill tertawa. "Kenapa aku tidak boleh menyentuhmu? Sudah jelas, bukan, jika kau milikku?" "No!" teriakku mengg

