“Bayinya baik-baik saja, Nona,” kata Dokter Olivia saat sedang melakukan prosedur USG. “Anda beruntung mendapat dua bayi perempuan dan laki-laki sekaligus. Pertumbuhan mereka normal.” Aku menganga lebar mendengar penuturan wanita berkacamata itu. Aku tersenyum menahan air mata yang akan jatuh lalu memandangi wajah Andre yang takjub dengan gambar abu-abu di layar monitor. Dia sengaja menemaniku kontrol di rumah sakit tempat William bekerja untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kedua janinku. “Apa ada keluhan?” Aku menggeleng. “Tidak ada, terima kasih, Dokter.” Dokter Olivia mengangguk lalu membersihkan sisa gel yang menempel di perutku. Dibantu Andre, aku berjalan pelan menuju kursi. “Tekanan darah saya sering turun. Apakah tidak apa-apa?” tanyaku. Dokter Olivia menarik kursi

