"I'm never gonna treat you bad cause I never wanna see you sad. I swore to share your joy and your pain." -Westlife- ######### Andre menarik tanganku dengan paksa hingga tubuhku terlentang di sampingnya. Dengan gerakan cepat dia memelukku dan membenamkan kepalanya di antara ketiak kananku. Sebisa mungkin aku menahan tawa karena geli. Apalagi rambut tembaganya itu menggelitik pipi dan hidungku. Tapi aku harus diam menahan ego yang sudah terlanjur keluar. “Aku suka aroma tubuhmu,” rayu Andre masih dalam posisi yang sama. Mengendus bauku dengan hidung lancipnya. Sambil menahan geli aku berkata, “Ini bukan waktunya untuk bercanda. Cepat jelaskan apa yang ingin kau katakan.” “Aku mencintaimu,” katanya. “Itu sebuah kenyataan untuk kita berdua.” “Bukan itu, astaga,” dengkusku kesal. “

