“Eliza?” panggil Andre sambil memicingkan kedua matanya. Dia merasa pandangannya sedikit kabur. “Apa itu kau sayang?” Angelina Smith melangkah mendekati pria berambut tembaga itu. Sambil tersenyum sinis, dia merasa senang jika obat itu bereaksi cepat tak peduli Andre akan mengalami overdosis. Dia merasa sangat marah saat pria itu berhasil membongkar pelaku paparazi di Salvador. Usahanya untuk memisahkan Elizabeth kali ini harus berhasil. Gadis seksi itu duduk di atas pangkuan Andre yang masih sibuk mengerjapkan kedua matanya. Dengan lihai tangannya membuka satu-persatu kancing kemeja pria bermata biru samudra itu. “Gotcha!” desisnya. “Apa yang kau―” Belum sempat Andre melanjutkan kalimatnya, Angelina melumat bibir Andre tanpa ampun. Pria mana yang takkan tergoda oleh perlakuan

