"ARGHHHHHHHHHHHH." Mail yang sedang mandi terkejut mendengar teriakan Atha. Dia meraih handuknya, lalu keluar dari kamar mandi menghampiri kekasihnya. "Non ada apa?" tanya Mail. Atha menoleh lalu memeluk Mail erat. Dia menunjuk sekotak kado yang sekarang sudah tergeletak bersama isinya. Mail menutup hidungnya melihat bangkai kucing terpotong mengenaskan. Mail menghembuskan napas, dia tahu siapa yang melakukannya. "Udah nggak apa-apa, biar gua beresin." "Tapi it— huek." Atha tidak melanjutkan kata-katanya, dia melepaskan pelukannya lalu berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya. Mail berjongkok membersihkan kado itu. Mau sampai kapan? Kenapa dia bisa tahu rumah Atha? Tidak seharusnya Atha menjadi korban selanjutnya. Mail keluar, menatap ke adaan sekitar rumah yang sepi

