Valerie terus berjalan, tidak peduli banyak mata yang menatapnya dengan kagum dan heran. Rambut hitam Valerie yang terurai dan masih basah, jaket kulit hitam yang ie kenakan, celana legging hitam, sepatu kets serta topi bermerek yang ia kenakan membuatnya mencolok. Tidak, bukan karena itu. Tapi karena wajah dan bentuk tubuhnya yang lebih tinggi dari warga yang lalu lalang. Valerie menghentikan langkah kakinya di depan hotel. Mengamati lingkungan sekitar dan bingung hendak kemana. Ia tidak tahu sama sekali mengenai kota ini. “Ah siall! Harusnya tadi aku tidak perlu kabur seperti ini!” Valerie menoleh ke kanan dan terparkir manis motor sport berwarna hitam metalic, warna kesukannya. Tanpa sadar Valerie berjalan mendekati motor itu, Valerie bahkan mengelilingi motor itu untuk memperhatika

