Valerie menggelengkan kepalanya, tidak habis pikir dengan Herald yang terlihat semangat untuk pulang. Padahal, dokter mengatakan Herald harus di rawat semalam lagi agar lebih pulih. Tapi Herald tetap memaksa untuk pulang. Banyak pekerjaan yang harus ia kerjakan katanya. Padahal, Valerie kemarinsudah seharian penuh berkutat dengan berkas-berkas itu, tetap saja belum beres menurut Herald. Valerie masih banyak harus belajar. “Apa kau mengadukanku hari ini?” tanya Valerie pada sekretaris Herald dengan berbisik, Herald sedang duduk di kursi roda dan di dorong oleh perawat menuju lobby rumah sakit. Valerie sengaja berjalan dengan pelan dan berhasil menarik lengan sekretaris Herald. Valerie merasa pria ini yang mengadukan kinerja Valerie. “Boss yang memintanya, Nona. Aku hanya melaksanakan tu

