Mark membuang puntung rokoknya ke jalanan dan diinjaknya tanpa ampun rokok itu, entah sudah berapa batang rokok yang ia habiskan untuk menunggu orang yang diintainya ke luar dari markas. Berkat kamera rahasia yang Antonio sematkan di jaketnya, Caesar dan Mark dapat menemukan orang yang menembak Antonio. Mereka sudah mengintai selama beberapa hari, tapi belum menemukan tanda-tanda mencurigakan, pria itu tidak menemui bossnya sama sekali. Ia hanya menjalani hidup biasa sebagai pengangguran dan p****************g. Caesar berdecak. Ia sudah tidak sabar untuk menyerang pria itu sedangkan Mark selalu menyuruhnya untuk sabar. Mark memiliki cara sendiri untuk menangkap otak dibalik penembakan itu. “Aku sampai tidak sempat menghubungi Valerie karena pria sialann itu.” Omel Caesar, membuat Ma

