Siang paling bersejarah dalam kehidupan Langit akhirnya datang, ketika orang-orang terdekatnya berkumpul dalam satu ruangan demi menanti sebuah keajaiban. Langit sampai tidak bisa mengatur bagaimana perasaannya sekarang. Seorang dokter yang telah menangani operasinya perlahan membuka balutan perban yang menutupi kedua mata Langit selama dalam masa pemulihan di rumah sakit. Walau sangat berhati-hati, Langit tetap merasa ketegangan yang dialaminya seperti hendak menghadapi sebuah ujian. Debar jantungnya tetap tidak stabil, sebab beberapa waktu berikutnya adalah penentu bagaimana kehidupannya akan dimulai kembali. “Coba buka matanya perlahan, Mas. Jangan terlalu dipaksakan, yah ...” Langit mendengarkan ucapan dokternya. Dia pun membuka kedua matanya dengan sangat hati-hati, membiarkan caha

