Sebuah Usaha

1564 Kata

“Aku tidak mau bertemu dengannya,” ujar Langit saat Bulan bertanya apa dia ingin bertemu dengan anaknya. “Kenapa? Apa yang salah dengan itu?” tanya Bulan memastikan lagi, sebab Langit menjawab seraya mengalihkan wajah ke arah lain. “Apa kamu tidak mengerti juga? Lihatlah aku menggunakan matamu yang masih normal itu! Apa kamu tidak bisa melihatnya? Apa yang bisa dia banggakan dariku, Lan? Ketika anak-anak lain akan menceritakan ayah mereka dengan penuh kebanggaan, dia akan bercerita sambil menangis. Aku sudah tidak punya kekuatan apa pun untuk melakukan apa pun!” ujar Langit bernada keras, napasnya terengah-engah akibat terdorong emosi kesedihan terdalamnya. “Yang akan kalian lihat hanya rasa malu, tidak lebih dari itu ....” Bulan terdiam, Langit sungguh menunjukkan sisi lain yang tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN