Bulan berlari kecil di koridor rumah sakit, menuju tempat Langit dirawat. Suasana hatinya sudah tidak karuan sejak berangkat dari rumah, dia benar-benar takut sesuatu yang buruk kembali menimpa suaminya itu. Ketika hampir sampai, tidak jauh dari tempatnya berdiri, ada Kania yang menunggu di depan pintu. Bulan pun langsung menghampirinya, tidak sabar. “Di mana dia?” tanya Bulan. “Ada di dalam, Kak.” Bulan pun melangkah masuk, di sana dia dapat melihat dua orang yang terbaring di bed stretcher yang berbeda. Tampak Langit dan Rion memiliki luka cukup banyak di sekujur tubuh hingga wajah. Ini sungguh terjadi, ternyata Tuan Guntur memang tidak segan melukai anaknya sendiri. “Langit ....” Bulan melihat lebih dekat suaminya yang begitu sulit berbicara, bahkan untuk menengok sekali pun. “Apa

