Langit malam yang indah dengan taburan bintang di atasnya. Belum lagi bulan tampak tak ingin terkalahkan dengan memancarkan sinarnya didalam pekatnya malam. Semilir angin tak juga hilang, membawa suasana nyaman dan tentram. Geo menghembuskan napasnya panjang. Ia menumpu kedua sikunya pada tiang balkon. Pikirannya sedang kalut sekarang. Beberapa hari mengurus pernikahan sendiri nyatanya tidak semudah yang ia bayangkan. Belum lagi pekerjaan yang menumpuk dan terus memanggilnya untuk mendekat. Geo sadar jika ini memang terlalu cepat dan seharusnya tidak dilakukan. Tapi Geo adalah manusia penuh ambisi. Ia tidak akan pernah puas jika hal yang ia inginkan belum bisa ia dapatkan. Namun, karena ambisinya itulah Geo terjebak dalam kabut masalah. Sadar ataupun tidak, ajakan Revano mengenai sah

