Ting Tong. "Sebentar!" Chandra melepas apronnya dan segera berlari menuju pintu apartemen. "Eh, maaf. Anda siapa?" Lelaki tinggi besar dengan kemeja berwarna biru dan juga jas itu berdiri dengan gagah. Kedua tangannya masuk ke dalam saku celana. Matanya bulat indah. Bibirnya tipis merah. Dan hidungnya mancung dengan pipi pink merekah. Sungguh, tampan seperti seorang dewa! "Riana ada?" Tanya lelaki itu langsung. Chandra mengernyit dan mengangguk. Lalu meminta agar lelaki itu menunggu di luar sebentar. Sementara dirinya akan memanggil sang putri tidur yang entah sampai kapan akan berada di dalam kamarnya itu. "Ana!! Bangun woy! Anaa!! Ada yang nyariin!" Teriak Chandra dari luar kamar. "Engh! Bilangin ke kamar aja! Ana masih ngantuk," jawab seorang gadis dari dalam sana. Chandra han

