Rambut halus berwarna coklat itu diusap pelan dan penuh kelembutan. Beberapa kali senandung kecil terdengar menemani malamnya seorang gadis yang kini tertidur di paha sang mama. Televisi yang menyala juga terasa tidak mengasyikan dan malah terasa membosankan. "Ada masalah, sayang? Kok bisa sama Geo? Mama kira kamu di apartemen sama Chandra." Riana menghembuskan napasnya pelan. Setelah dua puluh menit Mamanya mengusap kepala dengan bersenandung, baru sekarang wanita itu membuka suara dan bertanya padanya. "Gak ada, Ma. Tadi pagi Mama inget, gak, aku berangkat ke pasar sama Kak Iba?" "Lho? Kamu beneran jadi ke pasar?" Tanya Mamanya kaget. Riana mendengkus kasar seraya memutar bola matanya malas. Mamanya ini memang setidakpercaya itu, ya jika dia pergi ke pasar? Lagi pula ia rasa itu bu

