Napas teratur yang masih berhembus itu terasa nyaman dan tenang. Tapi lain halnya dengan lelaki yang menjadi tempat seseorang itu tertidur. Napasnya terasa berat dan sulit. Paru-parunya juga mengecil karena pernapasannya terasa sesak. Sudah lima belas menit lamanya kedua lawan jenis itu masih dalam posisi yang sama. Geo yang duduk dengan kaku dan Riana yang tertidur di bahunya dengan nyaman. Tak ada tanda-tanda gadis itu akan segera bangun. "Permisㅡ maaf, Pak. Saya tidakㅡ" "Sstt. Ada apa?" Tanya Geo pelan. Takut jika nanti Riana akan bangun kalau ia bicara terlalu keras. Wanita dengan pakaian kantornya itu menunduk lalu berjalan ke dalam sedikit. "Pak Revano sudah ada di bawah, Pak." Mata Geo membulat sempurna. Sialan! Adik Ayahnya itu sudah sampai?! Dan sekarang ada di sini?! Bagaim

