Tirai beserta pintu kamar ganti terbuka. Riana keluar dari sana. Kebaya dengan ukiran batik khas serta rok span panjang tampak cantik di tubuhnya. Badannya yang ramping dengan kaki yang kecil menjadikan baju itu semakin terlihat indah. Belum lagi cara Riana berjalan keluar yang memang sudah terlatih, membuat Geo serta wanita paruh baya di sebelahnya ternganga tak percaya. "Cantik," lirih Geo. Matanya tak berhenti menatap Riana dari ujung kaki sampai ke kepala. "Astagfirullah!" Geo segera menggelengkan kepalanya dan memukul sisi kepalanya sekali seraya menunduk. Ia mengalihkan pandangannya pada sang Nenek yang juga masih tak bisa berkedip menatap wajah Riana. Kenapa bisa gadis menyebalkan yang sering membuat stok kesabarannya habis mampu secantik ini? "Emm, gak cocok ya, Nek?" Tanya Ri

