Bagian 40

1387 Kata

"Nur!" Aku memanggil tegas nama itu. Melupakan hasrat untuk beristirahat, aku kembali keluar kamar menemuinya. "Nun." Ia menjawab enteng sambil terlihat menuliskan sesuatu pada buku, sesekali melirik handphone. Aku tahu dia sedang konsentrasi merekap orderan, kubiarkan hingga selesai. "Ada apa?" tanyanya setelah beberapa lama. "Kamu ngapain, sih, pakai nyetatus begini?" Aku mengarahkan layar ponsel padanya, menunjukkan status yang ia tulis. "Menyiarkan berita bahagia. Emang kenapa?" tanyanya bagai tak berdosa. "Hiks." Aku meradang, frustrasi menghadapi sikap cueknya. "Emang kenapa?" tanyanya lagi. Seperti penasaran. Dia lugu atau apa? "Dibaca Haykal." "Emang kenapa?" Duh! Aku gemas. "Dibaca Haykal bagus, dong. Kamu gak perlu repot-repot mencari kata penolakan lagi." "Ish! Ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN