Bagian 42

1244 Kata

Hari merangkai minggu, minggu menguntai bulan. Satu bulan pertama terasa berat untuk dilalui. Mengukir kebersamaan berbatas layar ternyata tidaklah cukup. Justru yang ada hanya menambah kerinduan semakin besar. "Mas mau kemana?" Dahiku mengernyit ketika subuh ini dia menelepon, tampak sedang dalam perjalanan. Ia berada di dalam mobil, duduk di sisi supir. Jam di gawaiku menunjukkan pukul 04.35 wib. Artinya di sana pukul 05.35. Pagi-pagi begini dia akan ke mana? "Jemput kamu, Sayang," jawabnya semringah. Seseorang yang duduk di bangku kemudi berdeham dibuat-buat. "Serius?" "Iya." "Kok, gak ada rencana?" "Ya, ada, dong. Kamu saja yang gak tahu." "Ish. Gak kasih tahu." Dia tergelak. "Benaran, Mas!" Aku bertanya tegas, meminta kepastian. "Ya benar, sayang. Mas mana pernah bohongi k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN