*** Sean sedang termenung menatap kosong pada luar jendela. Sudah dua minggu berlalu sejak rencananya telah berhasil ia wujudkan, tapi entah kenapa tidak ada rasa bahagia sama sekali setelah melaluinya selama berhari-hari. Semua tampak kacau sekarang. Bella yang kabur entah ke negara mana dengan anak Dean dalam perutnya, dan Dean yang sedang mengalami stress berat karena kehilangan perusahaan dan juga adiknya. Ya, dua minggu kemarin atau tepatnya pada saat Dean datang ke kantornya mengamuk menjelaskannya semua pada Sean tentang dendamnya, saat itu ia dan Dean pergi menuju rumah sakit jiwa. Sean ingin melihat sendiri bagaimana kondisi adik Dean dan dalam niatannya, ia ingin memulihkan kembali gadis itu dengan pengobatan besar-besaran hingga kewarasannya kembali. Hal itu ia lakukan sebagai

