*** Vierra berdiam diri di tengah suasana ramai di meja makan mansion utama pada malam hari ini. Gadis itu memakan hidangan yang tersedia dengan senyum palsu yang senantiasa tersemat apik di bibirnya. Gadis itu tidak ikut bicara karena pembicaraan itu terlalu berat untuknya. Ibu dan ayah angkatnya itu sedang mengadakan makan malam keluarga yang hanya dihadiri oleh beberapa orang saja. Sean, Vierra, Bella dan dua orang yang entah siapa. “Jadi, bagaimana kita langsung ke inti?” ucap Alex menginterupsi saat suapan terakhir dari makanannya telah selesai. Alex menghapus noda makanan di bibirnya dengan sapu tangan yang tersedia. Pria paruh baya itu menatap serius pada dua orang yang tak Vierra kenal. “Baiklah, kapan tanggal yang tepat untuk pernikahan mereka?” ucap pria paruh baya asing itu p

