*** Vierra berdecih kecil sembari mengerjapkan matanya. Gadis itu meraba nakas untuk mencari ponselnya yang sejak tadi berbunyi. Mata gadis itu kembali terpejam sembari mengangkat panggilan dengan cepat. “Hm?” Suara serak Vierra menyapa seseorang di seberang sana. Vierra mengernyitkan dahinya dalam karena tidak mendengar suara balasan dari orang yang meneleponnya. Oh yang benar saja jika orang itu adalah orang salah sambung? Ck, dasar mengganggu. “Kau ingin bicara atau tidak? Baiklah kalau begitu, aku matikan.” Saat tangan Vierra hendak menekan tombol berwarna merah, tiba-tiba suara terdengar dari ponselnya. Vierra merasa familiar dengan suara ini, tapi siapa dan dimana ia pernah mendengarnya? “Datang ke kampus sekarang, saya akan ada presentasi dan kamu harus mempersiapkannya.” Deg

