Kini akhirnya mereka memutuskan untuk menyudahi perpetualangan ini. Mereka dalam perjalanan pulang. Pemandangan masih indah, panorama desa Kandang Serang memang tidak bisa diragukan lagi. Meskipun masih ada jalan yang berlubang dan sangat menganggu. Itu tidak menjadi penghalang, dan mereka merasa puas. Kini Kayla membonceng Alfa. Karena, Kayla sedang malas dengan Glen. Sedangkan, Glen, memboncengkan Jessie. Kayla bingung. Karena merasa krik-krik. Akhirnya, Ide cemerlang muncul dari kepala gadis cantik itu. Kayla memeluk Alfa, dan tentu saja membuat pemuda itu terkejut. "Kenapa diem bae?" tanya Kayla. Alfa masih diam. Kayla semakin mengeratkan pelukannya. "Perut gue sesak, Kay," kata Alfa dengan dengan nada setengah membentak. Sepontan membuat Kayla melepaskan pelukannya. Seumur hid

