“Oh, wow, siapa ini?” Green tersenyum miring melihat sosok pendek Virgo yang sedang berdiri canggung diambang pintu. Netra ambernya bergerak liar untuk menghindari tatapan mengejek gadis itu. “Setelah menjadi hikikomori selama lima hari, akhirnya kau keluar kamar, huh?” ujar Green. Graha yang kebetulan sedang lewat dan mendengar ucapan Green segera menghampiri gadis itu. Iris matanya menatap Virgo, sang sobat yang sudah berhari-hari tidak keluar kamar. “Yo, V, sudah selesai galau-nya?” Virgo mendelik, ia mendaratkan tendangan ke arah kaki Graha. Bunyi aduhan terdengar begitu Virgo berhasil mengenai tulang kaki Graha. “Sialan itu sakit sekali, dasar hikikomori sinting,” maki Graha seraya mengelus kakinya yang berdenyut menyakitkan. Suara aduhan Graha itu rupanya terdengar hingga ke ar

