MPB ~ 30 (END)

2443 Kata

"Mom..." ucap Vania galau. Dia menggenggam tangan Tivana erat. Terlihat khawatir dan rapuh. Tivana menguatkan dirinya dan balas meremas lembut tangan Vania. Meski terlihat jutek, sebenarnya Vania adalah wanita yang rapuh. Tivana baru menyadari itu. "Tenanglah, Sayang. Kita pasti akan bisa melalui ini. Tuhan tak akan tutup mata melihat semua ini," bisik Tivana lembut. Vania mengangguk dengan mata berkaca-kaca. Tiba-tiba ia merindukan Vano, ia ingin merasakan dekapan hangat calon suami brondongnya itu. Laila bisa melihat itu. Diantara mereka bertiga, cewek itu yang terlihat paling rapuh.. lebih mengasikkan bila teror ini dimulai darinya! "Kalian, kerjain dulu cewek yanga memakai baju hijau itu!" perintah Laila tegas. Benar saja, ketiga pasang mata indah didepannya itu langsu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN