Naya tidak tau apa yang terjadi sebelumnya tapi pada saat ia sampai di barisan paling depan, ia melihat begitu jelas Gema sedang berdiri di seberang arahnya dengan tatapan dingin nya di ikuti oleh 4 sahabatnya dan kini tengah berhadapan dengan 1 pria yang berhoodie hitam yang tengah berdiri membelakanginya tak jauh dari dirinya itu. " Sepertinya tidak asing deh sama postur cowok itu," Gumam Naya. " Kenapa Nay?" Tanya Mia berbisik namun di hadiah i gelengan oleh Naya. Suasana masih hening, Gema masih terus menatap cowok di hadapannya itu dan cewek-cewek yang tadinya jerit-jerit tapi sekarang seakan mereka semua terbius dan pita suaranya hilang. " Kok hawa-hawa nya menyeramkan ya Mi, ada apa sih sebenarnya?" Mia mengangkat bahunya tak tau juga, masih dalam keadaan hening tiba-tiba bel m

