Gema berdiri di belakang Naya sambil memegang pegangan kursi roda Naya sedangkan Naya melihat senja yang mulai bermunculan di cakrawala. Naya menutup matanya, mendongak kan sedikit wajahnya dan Naya merilekskan perasaan nya sejenak lalu membuka kembali matanya menyaksikan keindahan senja di sore hari. " Indah sekali, aku berharap bisa menyaksikan terus keindahan seperti ini,"ucap Naya. " Nikmati saja selagi senja belum menghilang." " Gema terima kasih ya sudah membawa aku keluar jalan-jalan dan malah menemukan pemandangan yang seperti ini." " Hmm. Bagaimana sudah agak baikan perasaan lo?" Naya mengangguk. " Sudah lebih baik di banding tadi saat kamu pertama datang. Mungkin tadi aku lagi sensitif makanya nangis padahal kan aku sudah terbiasa tanpa mereka. Kehadiran mereka di sisi ku su

