Andai kita bisa memilih akan menjatuhkan hati dengan siapa, Naya jelas tidak akan memilih Gema jika tau akan sesusah ini memiliki seorang Gema. Terlalu rumit jalan yang Naya harus tempuh untuk meraih cinta nya, memang kata orang cinta itu butuh pengorbanan tapi pengorbanan itu akan semakin kuat jika apa yang kita lakukan bisa di hargai. Kalau apa yang kita lakukan seakan tak terlihat? Itu bukan pengorbanan namanya tapi p********n. Naya sedang membuka-buka halaman buku Matematika yang ia pinjam namun pikirannya berkelana ke kejadian di kelas tadi. Gema bahkan tidak pernah menatapnya hingga ia pergi meninggalkan kelas, seperti nya jalan Naya memang sudah buntuh untuk menuju Gema. Apakah ini saat nya Naya mundur saja? Ya Naya rasa, ia sudah bisa mundur pelan-pelan dengan di mulai menjauhi G

