Di tengah malam yang dingin, seorang wanita dengan cepat mampu bergerak lincah untuk mendatangi apartemen akrab yang biasa dia datangi akhir-akhir ini. Alis wanita itu berkerut ringan, saat dia tidak bisa merasakan tanda-tanda kehidupan dari dalam apartemen b****k tersebut. "Freya?" Dengan nada ragu, Flora mulai memanggil nama gadis itu ketika tangannya berusaha membuka pintu apartemen Freya yang ternyata dikunci. Ini sudah hampir tengah malam, rasanya tidak mungkin jika Freya masih bekerja seperti biasanya. Flora mencoba bersabar dengan menunggu sebentar lagi. Tapi tidak peduli berapa lama Flora menunggu, dia tidak juga bisa melihat kemunculan sosok gadis itu. Perlahan-lahan alis Flora mulai bekerut jelas, saat tangannya yang sedikit membeku karena udara dingin mulai mengeluarkan po

