"Target baru ?" tanya Bhumi sambil menatap Arga
"Nggak lah. Gue cuma mau ngasih staf gue pelajaran, soalnya ada salah satu staf gue yang suka sama Aruna trus gue denger-denger dia orangnya playboy. Mantannya cukup banyak disini. Dia pikir Perusahaan ini Biro Jodoh apa !" gerutu Arga
"Tapi Aruna emang cantik sih" ucap Bhumi sambil menganggukkan kepalanya.
"Jangan-jangan lo naksir lagi sama Aruna" ucap Arga sambil tertawa.
"Bisa move on juga lo ternyata dari Langid lo itu" timpalnya kekeh.
"Boleh juga. ucap Bhumi tersenyum.
"biar gue bisa sering-sering kesini liatin sekretaris baru lo" sambungnya dengan nada berbisik.
Arga tertawa seraya melemparkan Bhumi selembar kertas yang telah kumal karena di remas, kemudian mereka tertawa terbahak-bahak.
Sementara itu, Langid yang baru saja menduduki kursinya di ruang divisi personalia masih shok dengan ucapan Arga yang tiba-tiba mengangkatnya menjadi Sekretaris pribadinya. Sebenarnya, Langid memang menginginkan jabatan itu tapi yang ia takutkan adalah pandangan orang-orang di kantornya yang akan beranggapan lain tentang dirinya.
"Lo kenapa Run ? kayak abis ngeliat hantu. Pak Bos emang gitu.. suka marah katanya. udah nggak usah di pikirin" ucap Shila sambil memegang pundak Langid
"Gue di pindahin jadi sekretaris pribadi Pak Arga" ucap Langid datar dengan wajah yang masih shok sambil memandang komputer di hadapannya.
"Hah ?? Lo serius ?" teriak Shila yang kemudian berdiri dari dudukannya di samping Langid dengan mata membulat sempurna. Karyawan lain pun yang tadinya sedang konsentrasi mengerjakan data, terlihat agak kesal dengan tingkah Shila. Shila pun menatap karyawan sekelilingnya sambil membungkukkan badannya seraya meminta maaf.
"Aruna, lo nggak bercanda kan ?" ucap Shila memperjelas. Langid hanya menggelengkan kepala sambil mencibikkan bibirnya.
"Gue juga nggak tau Shil kenapa harus gue yang di pindahin.. Oke, gue emang suka sama jabatan sekretaris. Itu impian gue, tapi kalo kayak gini bisa-bisa gue jadi bahan gibahan satu kantor.. trus parahnya lagi, Pak Arga suruh gue milih mau jadi sekretaris atau di pecat. Aneh kan" omel Langid.
Shila hanya menghela nafas sembari menepuk-nepuk pundak Langid
"Ya udah.. nasib orang cantik, kadang kala emang kayak gitu. Dan gue pikir juga nggak ada yang salah kok kalo lo jadi sekretaris. Kan Pak Arga sendiri yang minta. Lagian banyak lagi yang mau berada di posisi lo.. Jadi syukuri aja dan jangan lupa, traktir gue makan siang" ucap Shila seraya menenangkan Langid.
Langid kemudian tersenyum dan mengangguk.
"Ya udah.. gue beres-beres yah, kata Pak Arga gue harus pindah sekarang"
Shila tersenyum dan menaikkan jari jempolnya kemudian kembali mengerjakan data-datanya.
***
Langid yang baru saja tiba di rumah dan memasuki kamarnya dengan wajah lelah, langsung merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidurnya.
Embun yang baru saja keluar dari kamar mandi, menatap Langid dengan heran. "Lo kenapa ?" kayak capek banget.. abis kerja apa sih?"
"Lo dari mana aja ? Gue kangen tau" ujar Langid mendekatkan dirinya pada Embun.
"iya.. iya.. maaf, kemarin tuh gue sibuk banget gara-gara kedatangan CEO baru dan dia minta semua laporan dari beberapa bulan yang lalu. Jadi gue harus nyiapin semua laporan dari tiap divisi dong.. Makanya gue sampai lembur trus nginep di apartemennya Ines.. Dan lo tau nggak, CEO gue tuh ganteengg banget.. parah pokoknya. Oppa-oppa Korea itu kalah deh gue jamin" ucap Embun yang menjelaskan sedetail-detailnya.
"Jadi separah itu kerjaan sekretaris ?" ucap Langid menyandarkan dirinya di punggung Embun
"Lo kok nggak bereaksi, gue bilang CEO gue ganteng ?" tanya Embun menengok Langid di belakangnya, namun Langid hanya menggelengkan kepalanya dengan bibir mengkerucut.
"Sebenernya Lo kenapa sih ?" tanya Embun membalikkan tubuhnya dan menatap Langid yang sedang cemberut.
"Gue di pindahin jadi sekretaris di kantor" jawab Langid menunduk.
"Hah ?? yang bener ? yaa bagus dong kalo gitu, ngapain juga lo sedih ?" ucap Embun
"Iya sih, tapi gue kan nggak enak hati sama karyawan lain. Masa iya, gue yang tadinya staf biasa tiba-tiba jadi sekretaris direktur" ucap Langid mulai mengomel.
"Ya elaah.. itu doang, gue kirain apa. Udah nggak usah di pikirin. Cuekin aja" ucap Embun.
"tapi kan..."
"udah.. nggak ada tapi-tapi.. pokoknya jalanin aja.. udah ah, mandi sana.. kita jalan sekalian rayain jabatan baru lo. Sekarang kita sama-sama jadi sekretaris cantik kan.." ujar Embun sambil mengibas-ngibas rambutnya, membuat Langid tertawa.
***
Langid dan Embun yang sedang menikmati angin malam di sebuah cafe di tepi pantai. Menghirup aroma khas udara malam hari yang dapat membuat lelah dari rutinitas kerja mereka menjadi lebih santai.
Langid dan Embun memang kerap kali bersantai di tempat ini karena disana mereka bisa menikmati pemandangan pantai yang begitu terasa.
"Kita kayak orang pacaran aja" ucap Langid tersenyum menatap Embun
"Ya udah kita pacaran aja yuk" jawab Embun dengan tertawa kekeh.
"Boleh tuh.. Gue jadi Emaknya, Lo jadi Bapaknya.. gimana ??" timpah Langid sambil menunjuk Embun.. Mereka pun tertawa terbahak-bahak menikmati sejuknya malam.
"Eh.. ngomong-ngomong, lo nggak ada niat buat godain CEO ganteng lo itu ??" tanya Langid.
"Kalo nggak ada, buat gue aja" sabungnya sambil berbisik di telinga Embun.
"Boro-boro mau deketin.. dia tuh orangnya dingin banget. Ganteng sih ganteng.. tapi ya gitu deh" ucap Embun menggerutu.
"Ya lo hangetin dong" jawab Langid sambil tertawa.
"Apaan sih lo.. Lagian nggak mungkin juga kali orang kayak kita bisa deket bahkan sampai nikah sama Pangeran konglomerat.. Pokoknya bagai bumi dan langit" ucap Embun.
Langid yang baru saja mendengar Embun berkata bumi tiba-tiba kembali mengingat sahabat kecilnya Bhumi.. Ia merindukan sosok Bhumi yang selama ini pergi meninggalkannya tanpa ada kabar sekalipun. Langid pun menunduk dan terdiam.
"Woii.. Lo denger gue ngomong nggak sih ?" gerutu Embun yang membuyarkan lamunan Langid.
"Oh.. gue tau nih kalo lo tiba-tiba diam kayak gini artinya lo lagi kangen kan sama sahabat kecil lo yang sok misterius itu.. iya kan?" sambung Embun sambil menunjuk Langid.
Langid pun tersenyum "Bisa aja lo" jawabnya.
"Kalo menurut gue nih ya, siapa bilang orang kayak kita nggak bisa deket sama Crazy Rich ?? Nggak ada yang nggak bisa di dunia ini. Meghan markle aja yang dulunya cuma foto di depan istana Buckingham sekarang jadi menantu perusahaan.. jadi nggak ada yang nggak mungkin tau" sambung Langid mengomel.
Embun mengangguk sambil tersenyum, kemudian mereka kembali menikmati indahnya angin malam dengan keseruan mereka sambil tertawa terbahak-bahak.
***
Matahari yang cerah mulai nampak, Langid dan Embun pun telah siap untuk berangkat ke kantor.
"Udah siap sekretaris baru?" ejek Embun sambil tersenyum.
"Oke sekretaris lama" jawab Langid tertawa.
"Julukan yang pas untuk kita berdua adalah Sekretaris Cantik" timpal Embun sambil mengibaskan rambutnya. Langid pun tertawa melihat tingkah Embun.
"Eh, ngomong-ngomong.. kok nggak lo gaet aja sih direktur perusahaan lo ??" tanya Embun mendekati Langid.
"dih.. apaan.. nggak ah" jawab Langid mencebik.
"yaa siapa tau aja dia suka sama lo.. makanya dia tiba-tiba jadiin lo sekretaris pribadinya biar bisa deket-deket" ledek Embun tertawa.
"Dasar lo" ucap Langid mengacak-acak rambut Embun memnbuat Embun semakin tertawa sambil menahan tangan Langid.
"Ya udah, lo semangat yah kerjanya. Nggak usah dengerin apa kata orang.. Jalanin aja" timpal Embun memberi semangat kepada Langid.
Langid tersenyum sumringah dan mereka pun berangkat ke kantor dengan balutan kemeja yang sangat menawan.