Helcia berlari secepat mungkin untuk menghindari segala serangan yang tanpa henti berdatangan kepadanya. Mungkin akibat dari kekuatannya yang mampu merasakan emosi seseorang, intuisi milik Helcia semakin meningkat sehingga tahu kemana arah semua senjata itu bergerak. “Kamu mungkin bisa menghindar. Tapi bukan berarti kamu bisa menghindar selamanya!” geram bandit itu dengan kesal. Perkataan dari pria itu tidaklah salah. Helcia tak mungkin bisa menghindar untuk selamanya. Tubuh Helcia yang memiliki banyak cidera mulai menguarkan rasa sakit yang tak tertahankan, membuat Helcia terkadang harus meringis kecil tatkala menahan rasa sakit tersebut. Dia harus melarikan diri dari lingkaran para bandit yang menahannya ini atau Helcia pasti akan mati sebentar lagi. Helcia memfokuskan pandangannya k

