Mentari bersinar keperakan saat esok mulai menyongsong. Sinarnya yang bening nan cerah mengusir embun yang mengendap di dedaunan. Burung-burung juga mulai beranjak dari sarangnya. Deniz tampak sudah rapi mengenakan seragam berlapis jas almamater. Pemuda lima belas tahun itu berdiri di depan cermin tengah asyik merapikan dasinya. Agaknya ia sudah bersiap untuk menimba ilmu. Tubuhnya juga sudah kembali bugar setelah seharian kemarin tumbang di kasur. Pemuda itu menyabet ransel di atas kasurnya kemudian berjalan menuju pintu. Ia membuka pintu tersebut dan menguncinya selepas keluar. "Bu, Deniz berangkat sekolah dulu ya!" pamitnya pada Aisha yang saat itu sedang menyiapkan sarapan pagi. Aisha menoleh. Memperhatikan Deniz dari ujung kaki sampai kepala. "Kenapa kau sudah mau sekolah? Bukan

