"Deniz, apa kau sudah bangun, Sayang? Cepatlah mandi dan berangkat ke sekolah. Sudah dua hari kau tidak sekolah." Aisha mengetuk pelan pintu kamar Deniz. Namun tidak ada respon sama sekali. "Baiklah kalau tidak masuk lagi hari ini, tapi keluarlah. Ibu sudah menyiapkan sarapan." Deniz tetap membisu. Tak ingin terlambat bekerja, wanita itu memasrahkan diri. Ia beranjak ke meja makan untuk menyajikan makanan. "Kak, nanti kalau Deniz sudah bangun suruh makan ya. Aku sudah menyajikan nasi di piringnya," pinta Aisha pada Nermin. "Kau sudah mau berangkat bekerja?" Nermin mematikan keran setelah membersihkan tangan. Wanita itu berjalan mendekati Aisha. "Aisha, pikiranlah lagi. Kita bisa mendapatkan banyak uang dari orang tua kandung Deniz." Aisha menarik napasnya dalam. "Jangan coba-coba kau

