Angsa Bertelur Emas?

2110 Kata

"Deniz, apa kau sudah bangun, Sayang? Cepatlah mandi dan berangkat ke sekolah. Sudah dua hari kau tidak sekolah." Aisha mengetuk pelan pintu kamar Deniz. Namun tidak ada respon sama sekali. "Baiklah kalau tidak masuk lagi hari ini, tapi keluarlah. Ibu sudah menyiapkan sarapan." Deniz tetap membisu. Tak ingin terlambat bekerja, wanita itu memasrahkan diri. Ia beranjak ke meja makan untuk menyajikan makanan. "Kak, nanti kalau Deniz sudah bangun suruh makan ya. Aku sudah menyajikan nasi di piringnya," pinta Aisha pada Nermin. "Kau sudah mau berangkat bekerja?" Nermin mematikan keran setelah membersihkan tangan. Wanita itu berjalan mendekati Aisha. "Aisha, pikiranlah lagi. Kita bisa mendapatkan banyak uang dari orang tua kandung Deniz." Aisha menarik napasnya dalam. "Jangan coba-coba kau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN