"Tuan, Aydin. Ada dokumen yang perlu Anda tanda tangani." Alev, sang sekretaris menyerahkan map berwarna merah di meja Aydin. Aydin membuka dokumen tersebut dan menekurinya sejenak. Setelah membaca intinya, dia membubuhi tanda tangan dan menyerahkan kembali pada sekretarisnya. Detik berikutnya Sonya tiba-tiba masuk ke ruangan Aydin dengan wajah kesal. Aydin menoleh, melihat istrinya kemudian menyuruh sekretarisnya, Alev untuk keluar. Alev buru-buru merapikan dokumen tersebut dan bergerak ke pintu. Sebelum keluar, ia menyapa Sonya terlebih dahulu. "Selamat pagi, Nyonya Sonya." Sonya hanya mengangguk dengan wajah ketusnya. Lantas ia bergerak menghampiri Aydin. "Ada apa, Sonya?" tanya Aydin yang masih santai di kursi. "Apa apaan ini, Aydin? Berani sekali kau memberitahu orang tuaku tent

