Luka Yang Menyakitkan

1564 Kata

"Aisha!" Aydin memanggil Aisha yang berjalan menjauhi restoran. Wanita itu menangis. Ia tidak pernah berpikir, kalau dia akan dipertemukan lagi dengan pria yang ada di masa lalunya setelah sekian lama berpisah. "Aisha!" Aydin menghampiri Aisha yang sudah berhenti. Dia berdiri tepat di belakangnya. Ingin sekali ia menyentuhnya, memeluknya, dan menenangkannya, tetapi sayangnya itu nihil untuk dilakukan. Pria itu menarik napas panjang. "Apakah kita mengobrol?" tanyanya dengan canggung. Aisha mendengarkan suara itu dengan saksama. Suaranya masih sama. Tidak ada yang berubah semenjak tujuh belas tahun berpisah. Aisha mengerjap, menahan pilu yang teramat dalam. Entah dia harus bahagia atau sedih karena dipertemukan lagi dengan kekasih pertamanya. Suasana hatinya benar-benar berantakan. "A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN