Terlintas dalam benak Alin tentang seberapa jahatnya mulut Wendi. Wanita itu ingin sekali mengajak Wendi untuk bertemu dan membicarakan semua permasalahannya berdua agar cepat mendapatkan penyelesaian. Namun, Alin ragu kalau pertemuan itu bisa berjalan dengan lancar sampai mendapatkan titik penyelesaian, mengingat sikap Wendi yang tidak mudah mengalah. Fikri dan Alin baru saja mengantarkan Santi dan Pandu ke mobil. Setelah kehangatan keluarga yang tadi mereka berdua rasakan, kini kehangatan itu seolah direnggut waktu. Senyum manis Alin tidak lagi mengembang. Wanita itu langsung melanjutkan tugasnya untuk membereskan pekerjaan rumah yang masih berantakan, sementara Fikri hanya bisa terdiam sambil mengamati istrinya. Lidah Fikri begitu kelu ketika ingin bersuara. Dia kehilangan nyali unt

