Siapa juga yang mau mengundang wanita itu ke acara quality time kami berdua? Sepertinya aku akan mengundurkan diri dari daftar yang mau mengundangnya. Aku benar-benar tidak mau mengundangnya, sungguh. Kalau melihatnya saja aku enggan apalagi mengajaknya. “Aku tidak undang dia, Fikri,” jawab Alin. Wanita itu menahan tangan Fikri yang hendak membuka pintu mobil. “Apa sebaiknya kita pulang saja? Aku malas kalau ada dia di sini.” “Kenapa harus malas?” tanya Fikri seraya melepaskan tangan Alin. Dia berbalik menatap istrinya dan menangkup kedua pipi istrinya. “Aku harap kamu lupakan tentang masalah waktu itu, ya? Biar bagaimana pun dia tetap menjadi tante aku, Lin. Dia bagian dari keluarga Mama. Kita berdua tidak boleh ada masalah dengan dia.” Niat Fikri sebenarnya baik, tetapi niat baik itu

