Alin semakin merasa dirinya sendirian. Tadi setelah berbicara dengan suaminya tentang tatapan mata mahasiswa pagi ini, Fikri menyangkalnya. Dia bilang dia tidak melihat mahasiswa yang mengintimidasi istrinya. Hanya ada mahasiswa yang panik dan bingung karena dosennya berteriak. "Ini udah kedua kalinya kamu teriak kemudian pingsan, Lin. Sebenernya apa yang terjadi sama kamu?" tanya Fikri setelah semua orang pergi dari ruangan klinik. Alin hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil mengelak. Tidak terjadi apa-apa pada dirinya. Dia merasa sehat dan tidak ada hal yang sakit di tubuhnya. "Nggak mungkin kamu nggak kenapa-kenapa, Lin. Kamu pingsan lagi pagi ini. Kamu kenapa? Bilang sama aku!" kata Fikri. Alin kemudian menoleh dan menatap suaminya. Dia tampak ketakutan dengan bulir keringat men

