Tap love dulu ya sebelum membaca. terima kasih *** Semua hal langsung berbeda. Niat hati Alin ingin mengubah sesuatu yang telah terjadi, tetapi kenyataan tidak bisa dibantahkan lagi. Dia tidak bisa mengubah raut muka Fikri yang terus dingin dari tadi. Sepulangnya dari taman kota, Alin tentu saja terkejut mendapati rumahnya sepi. Dia baru ingat kalau Fikri tidak memiliki kunci rumahnya. Fikri pasti pulang ke rumah dia sendiri. "Ayo angkat telepon saya, Fikri!" gumam Alin yang sedang berjalan sambil menghubungi suaminya. Sayangnya, panggilan Alin tidak juga dijawab. Alin langsung berlari ke pangkalan ojek agar sampai ke rumah mereka lebih cepat. Bayang-bayang Fikri yang marah karena Alin lupa membuatnya semakin khawatir. Dia tidak bermaksud melupakan suaminya. Buru-buru dia pulang ke

