Part 47

929 Kata

Matanya terbelalak kaget. Bukankah seharusnya dia ada di Malang? Sekalipun Cindy mengadu, mustahil dia bisa kembali secepat itu. Jarak dari kota Malang ke sini butuh sekitar dua jam perjalanan udara. Miranti berdiri mematung di ambang pintu. Evan meraih pergelangan tangannya, menariknya masuk sebelum menutup pintu di belakang mereka. Ia tampak kelelahan—ada bayangan di bawah matanya—tetapi parasnya yang tampan tetap memukau seperti biasa. Ia menekan Miranti dengan lembut ke sofa, lalu duduk di sampingnya dengan elegan. Dari saku dalam jasnya, ia mengeluarkan Cincin berlian itu, menggenggamnya di antara jari-jarinya. Wajah Miranti tenang, nyaris kosong. Ia sudah mengembalikan cincin itu beberapa hari yang lalu. "Kenapa kamu tidak menyimpannya?" Suaranya serak, diwarnai kekesalan. Miran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN