Part 38

1041 Kata

Tapi kemudian ada Silvia—betapa tegangnya ayah Evan saat wanita itu muncul. Dan secarik kertas itu, yang penuh dengan nama Silvia...Miranti menunduk, tenggelam dalam pikirannya. Tiba-tiba, ia merasa dirinya terangkat dari kursinya. Evan duduk di kursinya, mendudukkannya dengan lembut di pangkuannya. Gerakan itu hangat, intim—hampir berlebihan. Pipi Miranti terasa panas. Evan memeluknya, suaranya rendah dan parau. "Percayalah padaku, oke?" Ia menggigit bibirnya, jantungnya berdebar kencang. Inilah kelembutan yang selalu ia dambakan—kata-kata manisnya yang langka, sentuhan lembutnya. Setiap gerakannya, setiap tatapan lembutnya, mengirimkan getaran di dadanya, membuat hatinya bergetar. Apakah Miranti hanya paranoid, terlalu banyak berpikir lagi? Tepat pada waktunya, ponsel Evan berde

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN