Bab 10. Terlalu PD??

1067 Kata
Kini mereka pun sampai di kantin dengan memasang wajah datarnya. Kantin yang awalnya ramai mendadak hening saat kedatangan mereka. "Mereka pada kenapa diem diem Bae" ujar Reva bingung " Entah gue juga nggak tau " jawab Natasha seadanya "Udah lah nggak usah dipikirin mending lanjut makan "ucap Dila. Mereka pun kembali makan dengan lahap (btw ini cerita nya mereka ber tiga udah dipesenin makanan baru sama Dila) "Hmm" ujar Rea singkat. Mereka pun segera melanjutkan acara makannya yang sempat tertunda. Tak berselang lama suara riuh siswi siswi di kantin membuat atensi mereka menatap ke objek yang diributkan Huaaa Regan makin ganteng aja Zeandra juga cool abis Apalagi Zaren cute banget Gibran juga nggak kalah ganteng Regannn aku padamu Begitulah kira-kira pekikan siswi yang ada di kantin kala mereka melihat kedatangan keempat most wanted SMA angkasa. Rea and the Friends pun hanya mendengus pelan "Kek nggak pernah liat cowok aja" batin mereka heran. Mereka pun kembali melanjutkan makannya tanpa menghiraukan suara siswi yang sedang heboh bak Tarzan di hutan. "Regan tuh Re" ujar natasha membuat mereka menatapnya bingung "Kenapa emangnya?" Tanya Rea bingung " Lo nggak kesana" ujar natasha "Ngapain?" Tanya Rea bingung. "Bukannya lo suka sama Regan, bahkan lo dulu ngejar-ngejar dia walaupun udah di tolak mentah-mentah" ujar Natasha panjang lebar "Masa sih gue gitu dulu" ujarnya tak percaya "Iya Re parah banget lo dulu tapi gue suka perubahan lo yang sekarang " ujar Reva dengan senyuman manis nya "Parah kayak gimana?" Tanya Rea penasaran "Dulu lo itu pernah nembak Si regan tapi lo ditolak mentah-mentah sama dia berakhir lo dibully sama si nenek lampir, lo dulu g****k bet sumpah udah ditolak bukannya lu kapok lu malah makin semangat ngejar ngejar dia berapa kali lu dipermaluiin sama dia tapi lu tetep aja masih ngejar dia intinya lu Bucin banget sama si Regan" jelas Audrey "Anjir g****k banget dah kek nggak punya otak anjim" ujar Rea kesal dengan Rea yang asli "Lo emang g****k, baru nyadar" ujar Reva meledak "Serah lu dah capek gue ngomong ama lu bawaannya es mochi mulu" ujar Rea dengan nada malasnya "Emosi Re bukan es mochi" ujar Reva kesal. "Ohh udah ganti ya" balas Rea dengan oon g****k nya "Hahahaha ayo berantem dong adu jambak jambakan biar seru" ucap Natasha diselingi dengan tawanya sedangkan mereka menatap Natasha bingung sekaligus heran "Lu kenapa Nat?" Tanya Audrey "Lu kesurupan reog kah?" Timpal Reva "Kek nya bukan deh" ujar Dila sambil berfikir "Kesurupan mbak kunti kali" jawab Rea dengan nada bercanda nya "Hahahaha bener tuh kata Rea" ujar Audrey dengan tawanya "Sialan lo pada" ujar Natasha kesal. "Hahahaha" tawa mereka kala melihat ekspresi kesal Natasha. Semua siswa siswi yang berada di kantin menatap mereka bingung termasuk Regan and the geng ~~~**~~~ Di meja Regan " Anjir tuh cewek cakep banget" tunjuk seorang pemuda yang tak lain adalah Zeandra playboy kelas kakap di SMA Angkasa. "Mana?" Tanya seorang pemuda yang tak kalah tampan "Nohh yang duduk di sebelahnya Reva" ujar Zean. Mereka pun melihat gadis yang ditunjukkan oleh Zean. "Lah iya ya cakep banget buset, cocok nih kalau gue gebet" timpal seorang pemuda bernama Zaren. "Murid baru kayaknya" ujar Zean menebak "Bukan" balas Gibran dengan nada malasnya "Lo kenal tuh cewek Gib?" Tanya Zean antusias dibalas anggukan kecil oleh Gibran "Dia Rea adek gue" ujar Gibran singkat sontak membuat mereka menatapnya kaget "Yang bener lo" ujar Zean tak percaya "Hmm setelah bangun dari koma dia udah berubah" ujar Gibran, mereka pun hanya ber oh ria Balik lagi ke Queen Rea Tingg tinggg ponsel milik rea berbunyi, ia pun segera mengambil ponselnya terlihat chat dari sang kakak siapa lagi kalau bukan Aska, ia pun membuka aplikasi w******p dan membalas chat dari sang kakak Abang Aska Dek besok abang pulang,jangan lupa jemput abang jam 10 pagi. Me Ashyaap abang, jangan lupa buah tangan nya hehe Abang Aska Iya baby sudah abang siapkan, oh ya tolong beritahu Gibran agar sepulang sekolah dia ke kantor abang, tolong suruh dia untuk mengambil beberapa berkas di kantor , sudah disiapkan oleh sekretaris abang Me Hmmm baiklah abang akan aku suruh Abang aska Baiklah kalau begitu Abang lanjut kerja dulu See you baby girl Me See you babang Abang Aska Read✓ Rea pun menaruh kembali hp nya, tak lupa dengan senyumnya yang masih terukir indah diwajahnya membuat para sahabatnya bergidik ngeri "Nih anak kesurupan kayaknya" batin mereka "Lo kenapa Re senyum senyum sendiri?" Tanya Audrey penasaran "Lo abis chat sama siapa Re?" Tanya Reva memicingkan mata curiga "Sama abang Aska, besok dia pulang " ujar Rea senang. "OMG!!!! Yang bener lo" ujar Audrey heboh dibalas anggukan kecil oleh Rea "Astoge babang tampan gue udah pulang ihiyy" ucap Audrey membuat mereka mendengus pelan "Pulang jam berapa Re?" Tanya Dilla "Gue disuruh jemput di bandara jam 10 pagi, kalian mau ikut nggak, mumpung besok libur sekalian jalan-jalan, gimana mau nggak?" Tanya Rea penuh harap "Ikut dong masa nggak" ujar mereka serempak kemudian mereka pun saling pandang dan kembali tertawa. Tak berselang lama bell masuk kelas berbunyi nyaring terdengar ke seluruh penjuru sekolah elite itu. Seluruh siswa maupun siswi bergegas menuju kelasnya masing-masing termasuk Rea dan kawan-kawan. "Kuyy kelas" ajak Natasha "Ehh bentar,gue ke Gibran dulu?" Ujar Rea "Ngapain Re?" Tanya Dila penasaran "Disuruh abang Aska ke kantor ngambil berkas" jawab Rea kemudian ia pun segera menghampiri Gibran diikuti teman temannya Di meja Regan "Eh eh si Rea mau kesini noh" ujar Zean heboh kala ia melihat rea berjalan ke arah mereka "Palingan mau nyamperin si bos" ujar Zaren sinis "Bisa jadi tuh kan dia cinta mati sama si bos" timpal Zean, tak berselang lama. Rea and the geng pun sampai di meja Regan. "Mau ngapain lu kesini" tanya Zaren sinis "Ya pasti mau nyamperin si bos lah" ujar Zean "Sorry Re gue nggak tertarik sama Lo walaupun Lo udah berubah penampilan " ujar Regan dengan PD nya membuat rea menyernyitkan dahi heran "Dih siapa juga yang tertarik sama ubur-ubur kayak lo, cakepan juga tukang becak dari pada Lo" ujar Rea sinis "Terlalu PD juga tak baik bestie, tar jadi malu hahaha" ujar Audrey sedikit menyindir Regan "Terus Lo ngapain kesini kalau bukan nyamperin Regan" tanya Zaren "Gue kesini mau nyari si Gibran " ujar Rea malas "Kenapa?" Tanya Gibran dingin " Pulang sekolah Lo disuruh ke kantor bang Aska ngambil berkas minta aja sama sektretaris nya" jelas Rea dibalas anggukan kecil oleh Gibran. Rea and kawan kawan pun segera berlalu meninggalkan kantin menuju kelasnya berada
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN