Bab 6. Kesal

582 Kata
"Makasih ya bi" ucap Rea dibalas anggukan kecil "Non Audrey sudah dari tadi?" Tanya bi Ina " Baru saja bi" ujar Audrey " Ayo kita makan sama sama" ujar Rea semangat "Non saja yang makan bibi sudah makan tadi" ujar bi Ina. " Beneran bi" ucap Rea dibalas anggukan kepala oleh bi Ina "Yuk drey makan" ajak Rea "Wihh boleh² gue juga belum makan hehe" ujar Audrey cengengesan. Mereka pun makan bersama di iringi dengan canda tawa, bi ina yang melihat nona muda nya Tertawa lepas pun tersenyum "Semoga non selalu bahagia " batin bi Ina. Tak lama kemudian mereka pun selesai makan, dan dengan segera Audrey membereskan sampah bekas makanannya. "Bi ayo kita pulang, infusnya juga sudah habis, Rea bosen disini" ujar Rea cemberut membuat mereka menahan gemas dengan sikap Rea " Iya non, kalau begitu bibi bereskan baju bajunya non dulu" ujar bi Ina. Tak lama kemudian bi Ina pun selesai membereskan baju dan segera pulang. "Kita pulang naik apa bi?" Tanya Rea "Kita di jemput supir non" jawab bi Ina seadanya "Nah itu dia supirnya ayo non" ajak bi Ina. Mereka pun segera pergi meninggalkan rumah sakit menuju kediaman keluarga Argantara. 30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di kediaman keluarga Argantara "Ayo non" ajak bi ina. Mereka pun segera masuk ke dalam mansion megah keluarga Argantara . Terdengar suara gelak tawa di dalam. "Cihh keluarga macam apa anaknya sakit kagak diperduliin dasar Munaf" ujar Rea dalam hati "Ada apa non kenapa bengong " ujar bi ina membuyarkan lamunan Rea "E-eh, gapapa ko bi " ujar rea cengengesan . Mereka pun segera masuk dan benar saja terlihat beberapa orang yang sedang tertawa bak keluarga Cemara. "Masih hidup Lo" ujar kakak Rea sinis "Menurut lo?" Jawab Rea tak kalah sinis kemudian pergi meninggalkan mereka. "Kenapa dengan Rea, apa ini hanya triknya untuk menarik perhatian kami" batin mereka. ~~~**~~~ Brukkkk Rea menjatuhkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya. perlahan ia memejamkan mata yang terasa berat. Sedangkan disisi lain "Gimana keadaan Rea Drey" ujar seorang gadis yang tak lain adalah Revalina Putri Nathalie "Baik, tapii..." Jawab Audrey menggantung ucapannya membuat atensi mereka menatap bingung ke arahnya "Tapi apa Drey?" Tanya Dila ~ Faradila Angreani "Rea mengalami amnesia" ujar Audrey sedih "OMG!! Lo serius?" Tanya Dila tak percaya Dibalas anggukan kepala oleh Audrey "Gimana kalau kita jenguk Rea sekarang mumpung gue nggak sibuk" ajak Reva "Ayok lah gas " jawab keduanya bersamaan" Balik lagi ke Rea "Eungghh " suara lenguhan gadis baru bangun dari tidurnyayang tak lain adalah rea. Ia pun segera pergi ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya. 30 menit kemudian Rea keluar dari kamar mandinya dengan memakai piyama cream motif beruang, ia pun segera menuju meja rias "Astaga Rea cakep banget muka lo,nih pipi juga chubby,heran gue sama lo ngapain pula lo tutupin wajah bak dewi lo ini dengan penampilan lo yang cupu itu" ujar Rea di depan cermin "Gue akan rubah penampilan lo dan setelah ini nggak ada lagi Rea yang cupu" ujarnya lagi. Kemudian ia pun segera memakai skincare dan sedikit lipbalm. "Perfect, anjir cakep banget gue" ujarnya di depan cermin. Tokk Tokkk Tokkk "Non Rea ini Bi Ina" ujar bi ina "Hiss ada apa sih'' kesal Rea. Ia pun segera membuka pintu kamar nya terlihat bi ina didepan pintu "Ada apa bi?" Tanya Rea "Itu di bawah ada sahabat non Rea" ujar bi Ina "Suruh aja mereka ke sini bi, Rea malas turun ke bawah " ujar Rea "Baik non" kata bi ina kemudian pergi meninggalkan kamar Rea
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN