Matanya menatap dengan penuh kemarahan tapi yang ditatapnya seolah tidak sedang menyadari apa yang tengah dia lakukan. Mengabaikan segala pandangannya dan mereka seperti tidak ada di ruangan yang sama. Perempuan itu tahu kalau sosok yang tengah dia lihat saat ini berusaha keras menganggap dia tidak ada. Mengabaikannya dan itu hanya untuk membuat kemarahannya mereda. Dan itu tidak akan pernah mereda sampai dia bisa melampiaskannya. Pria kurang ajar yang telah melindunginya. "Kau tidak tahu betapa berbahayanya itu bagimu, Ethen? Apa kau tidak paham juga?" Abigail terus mencoba mengatakan kalau mereka selamat. Tidak ada yang perlu dia khawatirkan karena segalanya baik-baik saja. Dia dan Ethen tidak terluka parah dan Ethen berhasil membuat mobilnya menabrak pohon dengan tidak membuat sega

