Chapter 14

1453 Kata

Tatapan mata elang itu terus menghujam indah mahakarya Tuhan yang sempurna. Mempertontonkan sebuah keelokan rupa dari sang hawa yang tidak bisa membuat dia hanya berkedip dengan satu atau dua kali kedipan. Dia sudah mencoba mempertahankan akal warasnya, sayangnya semakin dia melakukannya, semakin gila rasanya dirinya. Penuh dengan emosi yang tidak terjelaskan dan setiap momen penolakan dari sang perempuan membuat dia semakin menggila. Perempuan itu terus menolaknya dengan keras kepala. Lantas mengapa hadirnya seakan menyatakan kalau dia menggodanya. Atau hanya dirinya saja yang memiliki pertahanan diri rendah hingga membuat dia tergoda bahkan tanpa harus melakukan banyak cara bagi si perempuan untuk sekedar menarik minat dalam menatapnya. Sangat disayangkan kalau dirinya bukan tipe yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN