"Belum, Kak. Belum ada satu pun dokter yang keluar dari ruangan operasi." Melihat kesedihan yang mendalam di wajah Aileen, Qarina merasa sangat iba. Apalagi ketika melihat tubuh Aileen sangat lemah dan tidak bertenaga. "Kak, minum dulu." Qarina menyodorkan minuman kemasan pada Aileen setelah membuka tutup botolnya. "Aku tidak haus." Ketika melihat Aileen akan turun dari ranjang, Qarina segera menghentikannya. "Kakak mau ke mana?" "Aku ingin menunggu di bawah." "Tapi, dokter melarangmu untuk turun dari tempat tidur, Kak. Tubuhmu sangat lemah." Dokter yang memeriksa kondisi Aileen tadi mengatakan kalau Aileen butuh banyak istirahat. "Aku sudah baik-baik saja Qarina. Aku ingin menunggu di bawah sampai operasi Christian selesai." "Tapi, Kak, aaat ini kondisimu tidak memungkinkan untuk

