Rana menghadiri pemakaman Profesor Pollack, orang yang pernah berinteraksi dengannya dalam waktu singkat. Sekarang pria itu hanya tinggal nisan saja, padahal dia belum sempat menanyakan alasan kenapa Stardust diciptakan. Iseng bukanlah jawaban yang tepat, pasti ada alasan di balik semua. Saat ini dia melihat sosok River yang rapuh, menolak pendekatan darinya dan juga orang-orang sekitar. Bahkan, setelah lama waktu berlalu juga lebih menyendiri daripada itu. Hanya istri dari profesor yang tidak tampak lagi kesedihannya, akan tetapi suatu waktu dia melihat wanita itu menangis tersedu-sedu. Rana juga tidak memiliki tujuan hidup semenjak itu, dia mendadak lemas. Bekerja pun tanpa bersemangat seolah masa kehidupannya akan berakhir sebentar lagi. Nyatanya dia masih harus tetap hidup. Mungkin

