Bab 78: Magi Hitam Putih

1128 Kata

Virus memandangi setiap manusia yang menutup bayangannya. Dia sudah seperti penjahat yang diinvestigasi di sebuah ruangan gelap dengan hanya diberikan pencahayaan minim di sebuah ruangan. Nyatanya dia berada di ruangan yang terang, disorot oleh tatapan mata yang tajam, bukan dari satu orang saja. "Apa lagi? Kenapa menatapku seperti itu? Bukankah kita sudah sepakat? Dan sekarang adalah waktunya di mana aku kembali ke dalam Stardust, melakukan apa yang harus aku lakukan." "Semua belum selesai sampai di situ," ucap River. "Kau hanya melaporkan mengenai kerusakannya. Sampai kapan kami harus menunggu tanpa kepastian, sedangkan di luar sini tidak banyak yang bisa kami lakukan untuk Stardust-nya." "Kalian pasti sangat ingin tahu, ya?" Luigi mengempaskan tangan di meja, menimbulkan suara yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN