Tren 2089 semakin merajalela, permintaan pasar semakin meningkat. Kekurangan pekerja dan juga sumber daya membuat mereka tidak dapat menyanggupi sepenuhnya. Luigi sendiri sampai ikut memberikan modal sementara untuk tren tersebut. Bahkan, hari itu terpaksa ditutup untuk menghentikan arusnya. Kini mereka yang bekerja keras bagaikan melayani pelanggan di rumah makan tengah terkapar di tempat masing-masing. Belum ada yang bangun kecuali River dengan kebiasaannya terjaga semalaman, tidak untuk hari ini karena tenaganya sudah terkuras habis. Meskipun begitu, River tetaplah menjadi orang pertama yang membuka mata. Itu bukan waktu di mana hawa dingin menerpa, bukan juga waktu di mana langit masih berada dalam kegelapan. Pagi itu adalah waktu di mana cuaca tampak menyenangkan dengan sinar cerahn

